Kamis, 30 Maret 2017

Hidup yang didasari oleh kebenaran firman Tuhan !



Mat. 7: 24-27
“Hidup Bijaksana”
Dalam melakukan segala sesuatu/bertindak, misalnya dalam memilih barang, memilih pasangan pastilah terlebih dahulu kita menelitinya, apakah kualitasnya bagus atau apakah cara hidupnya benar atau bagaiamana ! Contoh lain, ini yang sering dilakukan ibu-ibu ketika berbelanja pakaian atau barang-barang lainnya, ibu ini akan melihat pakaian tersebut dengan teliti apakah kainnya bagus atau mudah koyak, ketika melihat baju tersebut bagus lalu melihat harganya, eh ternyata harganya sangat mahal akhirnya tidak jadi beli, tapi disebelahnya ada baju yang lumayan bagus juga tapi harganya murah dan itulah yang jadi dibeli oleh ibu-ibu tersebut, namun tanpa kita sadari ternyata baju itu kualitasnya kurang bagus.    


mengapa kebijaksanaan itu sangat penting untuk kita miliki ?

Karena Kebijaksanaan akan membantu kita untuk memilih sesuatu dan pilihan kita menentukan nasib kita serta mempengaruhi orang lain. Karena itu betapa pentingnya untuk melakukan sesuatu dengan bijaksana. Namun dalam kenyataan, banyak orang sekitar kita yang cukup pintar tetapi tidak bijaksana.
Dalam ayat ini, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa setiap orang yang mendengar dan melakukan perkataan-Nya adalah orang yang bijaksana yang tidak mudah goyah.  Selain itu juga kita dapat menemui apa yang Yesus katakan tentang orang yang bijaksana dan apa yang dikatakan tentang kebijaksanaan tersebut? Yaitu orang yang bijaksana adalah ibarat orang yang mendirikan rumahnya diatas batu yang tidak mudah roboh dan  apabila kita ingin hidup bijaksana, maka yang harus kita lakukan adalah mendengar dan melakukan setiap perkataan Tuhan Yesus yaitu melalui firman-Nya. Dalam Mat. 7: 24-27 ini merupakan akhir dari khotbah Tuhan Yesus di bukit. Yesus mengakhiri khotbah-Nya dengan mengingatkan murid-muridNya yang saat itu mendengar khotbahNya di bukit saat itu.
Mendirikan rumah di atas batu bukan berarti kita mendirikan rumah kita di atas batu tetapi yang dimaksud mendirikan rumah di atas batu adalah mendirikan rumah di atas dasar yang kuat, yang kokoh yang tidak mudah digoyahkan. Sedangkan yang dimaksud mendirikan rumah di atas pasir memiliki arti yaitu mendirikan rumah  di atas dasar yang tidak kokoh, tidak tegak berdiri atau berdiri dengan dasar yang lemah. Demikian juga dalam kehidupan kita bapak ibu, kalau hidup kita tidak di dasarkan dengan firman Allah maka apa yang akan terjadi ?
Menurut Alkitab, orang yang bijaksana adalah orang yang menjadikan firman Tuhan sebagai petunjuk dalam hidupnya (Mat. 7: 24-27).  
            Dalam Perumpamaan “dua macam dasar” ini, Tuhan Yesus memberi nasihat tentang pentingnya mendengar dan melakukan firman Tuhan. banyak orang membaca Alkitab, mendengar firman Tuhan tetapi sedikit yang melakukannya. Misalnya kita semua yang saat ini sudah banyak mendengar firman Tuhan pasti banyak juga diantara kita yang tidak melakukannya, mungkin saya atau kita yang berada di tempat ini. Dalam nats ini dikatakan mereka yang membaca, mendengar dan melakukan firman Tuhan disebut orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas dasar yang kuat, sedangkan yang mendengar firman Tuhan dan tidak melakukannya disebut orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir.
            Mengapa sangat penting bagi kita sebagai orang percaya untuk hidup bijaksana ? pertanyaan kedua, apakah kita bisa hidup bijaksana dengan sendirinya bapak ibu ? Untuk hidup bijaksana, kita harus meminta bantuan Tuhan. kita tidak bisa dengan sendirinya bisa bijaksana tanpa ikut campur tangan Tuhan. kita pasti tahu bahwa Yesus Kristus adalah Penasehat yang ajaib (Yes.9: 5), hikmat dan kebijaksanaan Tuhan kita Yesus Kristus telah mematahkan jeratan musuh-musuhNya (Mrk. 12: 34), Alkitab menganjurkan kita untuk memintakan hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan (Yak. 1: 5), seperti raja Salomo, ia tidak meminta harta kekayaan tapi dia hanya ingin diberi hikmat dan kebijaksaan dalam kepemimpinannya. Untuk hidup bijaksana kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai panduan dalam hidup kita, karena firman Allah adalah pikiran Allah, isi hati Allah dan hikmat Allah (Mzm. 19: 8), rasul Paulus mengatakan bahwa firman Allah pemebri hikmat, membaca firman Tuhan berarti membiarkan Allah beracara dengan pikiran kita melalui hikmatNya (Mzm. 1:2).
Untuk hidup bijaksana kita juga harus merelakan Roh Kudus memenuhi dan menuntun kita karena Roh Kudus adalah Roh hikmat, dan Roh Kudus mengingatkan kita dan memberi hikmat kepada kita (Yoh. 16: 14).
Jemaat yang dikasihi Tuhan perumpamaan “dua macam dasar” menggambarkan Firman Allah adalah berkat Ilahi bagi manusia (ayat 24):
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi, karena mahal dan mulia (Mzm. 119: 72)
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi, karena firman Allah adalah pandu kehidupan
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi karena firman Allah adalah pagar kesucian
-       Firman Allah adalah bekat Ilahi karena dapat mengubah hati manusia
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi karena menuntun manusia pada jalan sukses dan keberuntungan (Yos. 1: 8)
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi karena firman Allah adalah topangan kehidupan (ibr. 1: 3)
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi karena firman Tuhan tetap untuk selamanya
-       Firman Allah adalah berkat Ilahi karena firman Allah adalah Tuhan Yesus sendiri (Yoh. 1: 1-4, 14)

Perumpamaan “dua macam dasar” menggambarkan kekuatan dan kuasa firman Allah pada saat kita melakukannya (ayat 26):
Ø  Kekuatan firman Allah akan Nampak saat kita merenungkannya siang dan malam
Ø  Kekuatan firman Allah akan kelihatan saat kita menyimpannya dala hati kita
Ø  Kekuatan firman Allah akan kelihatan saat kita kita mempercaiNya
Ø  Kekuatan firman Allah akan tampak ketika kita memberitakannya atau memperkatakannya
Ø  Dan yang lebih penting yaitu kekuatan firman Allah akan lebih kelihatan serta berfungsi ketika kita melakukannya (Mat. 7: 24, 1 Yoh. 2: 17).

Jadi intinya,  Yesus mengajarkan kita bahwa setiap orang yang mendengar perkataan ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu dan pada saat hujan turun dan datanglah banjir maka rumah itu tetap berdiri. Demikianlah juga dalam hidup kita, kita harus bijaksana dan menjadikan Tuhan sebagai dasar hidup kita. jika suatu saat kita menghadapi badai namun kita tetap berdiri kokoh. Atau sebaliknnya, kita mendengar perkataan Tuhan tetapi tidak melakukannya, kita sama saja orang yang bodoh yg mendirikan rumahnya diatas pasir, lalu datanglah badai dan rumah tersebut roboh. Makanya banyak diantara kita yg sering jatuh karena tidak mengandalkan Tuhan. untuk itu, marilah kita hidup dengan dasar yang kuat atau hidup yang berdasarkan firman Tuhan sehingga kita tetap berdiri teguh di dalam Tuhan kita dan hidup dalam kebijaksanaan. Amin.

  

Mengapa harus melayani ?

Mengapakah kita harus melayani ?

Apa tujuan kita melayani ? Apakah hanya untuk mendapatkan teman, sahabat, keluarga baru, bahkan cinta ?. Jangan pernah kita berfikir bahwa dalam pelayanan kita akan menemukan itu semua. Namun kita terkadang merasakan lelah, capek, tangisan, dibenci, beban berat, banyak pekerjaan, kehilangan waktu, sakit hati, difitnah, dll. Hingga akhirnya, kita menyerah jika berat, susah, banyak ruginya. Lalu mengapa kita harus melayani ? Kita melayani, karena kita sadar bahwa kita sudah menerima cinta dan kasih Bapa yang begitu besar dalam hidup kita. Karena kita meneladani Dia yang telah  melayani terlebih dulu.        

Rabu, 29 Maret 2017

Allah menggenapai janji-Nya



“ALLAH MENGGENAPI JANJINYA”
“Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan Tuhan kepada Musa. Dan Yosua pun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang”
(Yosua 11: 23)
Semua kita pasti tahu cerita tentang “Maling Kundang”, bukan ? Kita tahu bahwa Maling Kundang ini adalah seorang anak yang durhaka pada ibunya. Pada waktu kecilnya ia pernah berjanji, jika ia sudah berhasil nantinya, ia akan membawa ibunya bersamanya. Tetapi kenyataan yang dilakukannya adalah menyimpang dari janjinya.
Ketika beranjak dewasa dan pergi ke negeri seberang, ia berharap menjadi orang yang sangat kaya raya sehingga ia mampu menggenapi janjinya pada ibunya, yang pernah dijanjikannya dulu pas di kampung. Seiring berjalannya waktu, ia bekerja dengan tekun dan sambil belajar dari seorang pelayar yang sudah berpengalaman. Akhirnya, dia dapat mahir dalam pelayaran kapal. Suatu ketika, kapal yang dibawanya diserang oleh bajak laut, sehingga ia terdampar di desa seberang dan ditolong oleh masyarakat di desa itu. Karena keuletannya dalam bekerja sehingga ia menjadi orang yang sangat kaya raya dan menikah dengan seorang gadis. Pada saat ia mendarat dari pelayarannya dengan kapal yang indah dan besar serta pengawal yang banyak, tanpa sengaja ia bertemu dengan ibunya. Namun yang terjadi adalah Maling Kundang tidak mengakui bahwa ibu yang berpakaian compang camping tersebut adalah ibu kandungnya. Karena dia tidak menepati janjinya, ia dikutuk menjadi batu oleh ibunya tersebut.
Saudara-saudara, mungkin kita juga adalah salah satu orang yang termasuk tidak menepati janji atau pernah dijanjiin tapi tidak ditepati, pasti yang kita rasakan adalah kekecewaan, marah, kesal dan bahkan tidak ingin bertemu dengan orang tersebut lagi karena janji yang pernah dijanjiin tidak ditetapi.
Namun saudara-saudara, satu hal yang perlu kita ketahui bahwa masih ada Seseorang yang tidak pernah mengingkari janjiNya pada siapapun. Ia selalu menepati janji-Nya, sehingga kita tidak mengalami yang namanya kekecewaan, kemarahan dan kebencian. Dia  adalah Allah. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya pada kita, sekali Ia berjanji maka janji itu akan digenapi !
Jadi, saudara-saudara, yakinlah bahwa Allah tidak pernah lari dari janjiNya, Ia akan menepatinya. Sebesar apapun masalah yang kamu hadapi, baik itu kehilangan perusahaan, bangkrut atau hal lainnya yang membuat saudara-saudara kecewa, tetaplah percaya akan janji Allah, seperti yang telah digenapiNya melalui Yosua dalam merebut negeri Kanaan.



Doa
“Tuhan, ku percaya Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu, Engkau akan selalu menepati janji yang pernah Engkau ucapkan. Amin”.

(adirmawatihia.blogspot.com)

Suara diberi Tuhan bukan untuk menceritakan kejelekkan orang lain.Tapi diberi untuk memuji Tuhan !




Cerita Tentang 2 Sahabat karya Adirmawati Hia

Diantara 2 Sahabat Dan cinta ADIR MAWARTI HIA Pendahuluan Di tengah-tengah perkembangan zaman ini, banyak anak muda yan...