Mat. 7: 24-27
“Hidup Bijaksana”
Dalam melakukan segala sesuatu/bertindak, misalnya
dalam memilih barang, memilih pasangan pastilah terlebih dahulu kita
menelitinya, apakah kualitasnya bagus atau apakah cara hidupnya benar atau
bagaiamana ! Contoh lain, ini yang sering dilakukan ibu-ibu ketika berbelanja
pakaian atau barang-barang lainnya, ibu ini akan melihat pakaian tersebut
dengan teliti apakah kainnya bagus atau mudah koyak, ketika melihat baju
tersebut bagus lalu melihat harganya, eh ternyata harganya sangat mahal
akhirnya tidak jadi beli, tapi disebelahnya ada baju yang lumayan bagus juga
tapi harganya murah dan itulah yang jadi dibeli oleh ibu-ibu tersebut, namun
tanpa kita sadari ternyata baju itu kualitasnya kurang bagus.
mengapa kebijaksanaan itu sangat penting untuk kita miliki ?
Karena Kebijaksanaan
akan membantu kita untuk memilih sesuatu dan pilihan kita menentukan nasib kita
serta mempengaruhi orang lain. Karena itu betapa pentingnya untuk melakukan
sesuatu dengan bijaksana. Namun dalam kenyataan, banyak orang sekitar kita yang
cukup pintar tetapi tidak bijaksana.
Dalam ayat ini, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya
bahwa setiap orang yang mendengar dan melakukan perkataan-Nya adalah orang yang
bijaksana yang tidak mudah goyah. Selain
itu juga kita dapat menemui apa yang Yesus katakan tentang orang yang bijaksana
dan apa yang dikatakan tentang kebijaksanaan tersebut? Yaitu orang yang
bijaksana adalah ibarat orang yang mendirikan rumahnya diatas batu yang tidak
mudah roboh dan apabila kita ingin hidup
bijaksana, maka yang harus kita lakukan adalah mendengar dan melakukan setiap
perkataan Tuhan Yesus yaitu melalui firman-Nya. Dalam Mat. 7: 24-27 ini
merupakan akhir dari khotbah Tuhan Yesus di bukit. Yesus mengakhiri khotbah-Nya
dengan mengingatkan murid-muridNya yang saat itu mendengar khotbahNya di bukit
saat itu.
Mendirikan rumah di atas batu bukan berarti kita
mendirikan rumah kita di atas batu tetapi yang dimaksud mendirikan rumah di
atas batu adalah mendirikan rumah di atas dasar yang kuat, yang kokoh yang
tidak mudah digoyahkan. Sedangkan yang dimaksud mendirikan rumah di atas pasir
memiliki arti yaitu mendirikan rumah di
atas dasar yang tidak kokoh, tidak tegak berdiri atau berdiri dengan dasar yang
lemah. Demikian juga dalam kehidupan kita bapak ibu, kalau hidup kita tidak di
dasarkan dengan firman Allah maka apa yang akan terjadi ?
Menurut Alkitab, orang yang bijaksana adalah orang
yang menjadikan firman Tuhan sebagai petunjuk dalam hidupnya (Mat. 7: 24-27).
Dalam Perumpamaan “dua macam dasar” ini, Tuhan Yesus
memberi nasihat tentang pentingnya mendengar dan melakukan firman Tuhan. banyak
orang membaca Alkitab, mendengar firman Tuhan tetapi sedikit yang melakukannya.
Misalnya kita semua yang saat ini sudah banyak mendengar firman Tuhan pasti
banyak juga diantara kita yang tidak melakukannya, mungkin saya atau kita yang
berada di tempat ini. Dalam nats ini dikatakan mereka yang membaca, mendengar
dan melakukan firman Tuhan disebut orang bijaksana yang membangun rumahnya di
atas dasar yang kuat, sedangkan yang mendengar firman Tuhan dan tidak
melakukannya disebut orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir.
Mengapa sangat penting bagi kita sebagai orang percaya
untuk hidup bijaksana ? pertanyaan kedua, apakah kita bisa hidup bijaksana
dengan sendirinya bapak ibu ? Untuk hidup bijaksana, kita harus meminta bantuan
Tuhan. kita tidak bisa dengan sendirinya bisa bijaksana tanpa ikut campur
tangan Tuhan. kita pasti tahu bahwa Yesus Kristus adalah Penasehat yang ajaib
(Yes.9: 5), hikmat dan kebijaksanaan Tuhan kita Yesus Kristus telah mematahkan
jeratan musuh-musuhNya (Mrk. 12: 34), Alkitab menganjurkan kita untuk
memintakan hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan (Yak. 1: 5), seperti raja
Salomo, ia tidak meminta harta kekayaan tapi dia hanya ingin diberi hikmat dan
kebijaksaan dalam kepemimpinannya. Untuk hidup bijaksana kita harus menjadikan
firman Tuhan sebagai panduan dalam hidup kita, karena firman Allah adalah
pikiran Allah, isi hati Allah dan hikmat Allah (Mzm. 19: 8), rasul Paulus
mengatakan bahwa firman Allah pemebri hikmat, membaca firman Tuhan berarti
membiarkan Allah beracara dengan pikiran kita melalui hikmatNya (Mzm. 1:2).
Untuk hidup bijaksana kita juga harus merelakan Roh
Kudus memenuhi dan menuntun kita karena Roh Kudus adalah Roh hikmat, dan Roh
Kudus mengingatkan kita dan memberi hikmat kepada kita (Yoh. 16: 14).
Jemaat yang dikasihi Tuhan perumpamaan “dua macam dasar”
menggambarkan Firman Allah adalah berkat Ilahi bagi manusia (ayat 24):
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi, karena mahal dan mulia (Mzm. 119: 72)
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi, karena firman Allah adalah pandu kehidupan
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi karena firman Allah adalah pagar kesucian
-
Firman Allah adalah
bekat Ilahi karena dapat mengubah hati manusia
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi karena menuntun manusia pada jalan sukses dan keberuntungan (Yos.
1: 8)
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi karena firman Allah adalah topangan kehidupan (ibr. 1: 3)
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi karena firman Tuhan tetap untuk selamanya
-
Firman Allah adalah
berkat Ilahi karena firman Allah adalah Tuhan Yesus sendiri (Yoh. 1: 1-4, 14)
Perumpamaan “dua macam dasar” menggambarkan kekuatan
dan kuasa firman Allah pada saat kita melakukannya (ayat 26):
Ø Kekuatan firman Allah akan Nampak saat kita
merenungkannya siang dan malam
Ø Kekuatan firman Allah akan kelihatan saat kita
menyimpannya dala hati kita
Ø Kekuatan firman Allah akan kelihatan saat kita kita
mempercaiNya
Ø Kekuatan firman Allah akan tampak ketika kita
memberitakannya atau memperkatakannya
Ø Dan yang lebih penting yaitu kekuatan firman Allah
akan lebih kelihatan serta berfungsi ketika kita melakukannya (Mat. 7: 24, 1
Yoh. 2: 17).
Jadi intinya, Yesus
mengajarkan kita bahwa setiap orang yang mendengar perkataan ini dan
melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di
atas batu dan pada saat hujan turun dan datanglah banjir maka rumah itu tetap
berdiri. Demikianlah juga dalam hidup kita, kita harus bijaksana dan menjadikan
Tuhan sebagai dasar hidup kita. jika suatu saat kita menghadapi badai namun
kita tetap berdiri kokoh. Atau sebaliknnya, kita mendengar perkataan Tuhan
tetapi tidak melakukannya, kita sama saja orang yang bodoh yg mendirikan
rumahnya diatas pasir, lalu datanglah badai dan rumah tersebut roboh. Makanya
banyak diantara kita yg sering jatuh karena tidak mengandalkan Tuhan. untuk
itu, marilah kita hidup dengan dasar yang kuat atau hidup yang berdasarkan
firman Tuhan sehingga kita tetap berdiri teguh di dalam Tuhan kita dan hidup dalam
kebijaksanaan. Amin.



