“Jadilah Orang yang Berfungsi
bagi sekelilingmu”
Allah menginginkan agar
kita menjadi garam dan terang dunia. "Bagaikan sayur tanpa garam", itu sebuah
ungkapan yang sering kita pakai untuk menggambarkan sesuatu yang hambar atau
kurang greget. Bayangkan jika tidak ada garam di dunia ini. Makanan yang kita
makan pun akan terasa hambar, tidak berasa. Bukan cuma itu fungsi garam. Garam
juga bisa dipakai untuk mengawetkan bahkan bisa pula berfungsi sebagai obat.
Garam hanya akan bermanfaat apabila garam itu keluar dari botol penyimpanannya.
Jika hanya disimpan, apa yang bisa diperoleh dari fungsi garam? Tidak ada.
Garam itu malah akan menjadi rusak, mengeras dan tidak lagi berguna sama
sekali. Apalagi jika garam menjadi tawar. Jika itu terjadi, artinya garam itu
tinggal dibuang saja. Sekarang mari kita lihat terang. Terang hanya akan
terlihat bercahaya apabila berada di tempat terbuka yang gelap. Jika kita
meletakkan senter di dalam sebuah kotak kemudian menguncinya, maka terang itu
tidak akan berarti apa-apa. Coba letakkan sebuah lentera di bawah kolong tempat
tidur, kemudian bandingkan terangnya ketika kita menggantungnya di atas. Mana
yang akan lebih bermanfaat untuk menerangi kegelapan? Kedua hal ini dipakai
Yesus sebagai contoh bagaimana kita harus berlaku di dunia ini. Menjadi
terang dan garam, itu panggilan Tuhan buat kita.
Mengapa kita harus menjadi
terang? Sebab segala tentang Allah adalah terang. Kedatangan Kristus sendiri
adalah sebagai Terang yang memberikan cahaya keselamatan dan pengharapan kepada
kita, manusia yang sudah terlalu lama berselubung kegelapan."Maka Yesus
berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia;
barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia
akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12) Kita sebagai orang-orang
percaya tentunya harus pula menghidupi Terang ini. Bukan demi nama baik, pamor,
popularitas kita, tetapi untuk memuliakan Bapa di surga seperti yang dikatakan
Yesus dalam Matius 5:16 di atas. Panggilan menjadi terang ini secara jelas juga
bisa kita baca dalam Yesaya. "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab
terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya,
kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang
TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." (Yesaya
60:1-2). Ketika Terang Kristus, terang dunia ada di dalam diri kita, bagian
kita selanjutnya adalah untuk menyinari dunia yang gelap. Ini tidak bisa kita
lakukan apabila kita terus menerus berperilaku kurang terpuji, terus
terpengaruh atau ikut-ikutan dalam arus kesesatan dunia, membiarkan diri kita
untuk jatuh berulang-ulang dalam dosa atau terus hidup dalam kecemaran. Dalam 1
Tesalonika 4:7 kita baca "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan
apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." Dan ini adalah seruan
yang sangat penting. Tanpa memastikan hidup kita kudus, taat dan patuh seturut
kehendak Allah kita tidak akan mampu menjadi terang dan garam bagi dunia.
Bukannya menjadi teladan dimana Tuhan bisa dipermuliakan, tapi kita malah
menjadi batu sandungan dan contoh buruk. Ini harus kita hindari, karena salah
satu panggilan Tuhan menghendaki kita agar mampu menjadi terang dan garam, yang
mampu menerangi dan memberi banyak manfaat bagi banyak orang yang hidup
kesulitan di dunia yang kejam ini. Menjadi terang dan garam bagi dunia
merupakan sebuah panggilan Tuhan untuk kita lakukan. Kita tidak akan bisa
melakukannya apabila pola kehidupan yang kita pertontonkan kepada orang sama
sekali tidak mencerminkan kasih Kristus sama sekali. Bagaimana mungkin kita
bisa menjadi terang dan garam apabila kita hidup jahat, kerap berkelahi,
berlaku curang dan sebagainya? Kehidupan kita dalam keluarga akan dilihat oleh
banyak orang. Kehidupan di tempat kerja, ketika belajar, bermasyarakat dan
sebagainya akan selalu diperhatikan orang. Sudahkah kita menjadi contoh yang
baik? Kita harus mulai memakai kehidupan kita sendiri sebagai terang dan garam
untuk memuliakan Tuhan, dan itulah salah satu panggilan Tuhan yang penting buat
kita. Jadilah terang yang bercahaya dan garam yang bermanfaat dan
menyempurnakan bagi banyak orang.
Ada dua
macam terang yaitu ada terang buatan dan ada terang asli. Terang buatan adalah terang
yang terjadi karena ada alat bantu, sedangkan terang asli adalah terang yang
bersumber pada dirinya sendiri. Tapi dalam dunia orang Kristen terang itu hanya
satu yaitu Tuhan Yesus Kristus. Terang yang tidak bersumber di luar diriNya
tetapi pada diriNya sendiri. Yesus terang dunia telah menyingkirkan kegelapan
dosa. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib sehingga kita memperoleh
keselamatan, ada sebuah ilustrasi. Bapak ibu dari ilustrasi ini kita bisa
melihat contoh terang Kristus yang telah mengalahkan kegelapan dunia. Oleh
Karena kita sudah memperoleh keselamatan maka tugas kita adalah membagikan
kabar baik itu kepada semua orang khususnya bagi saudara2 kita yang belum
mendengar kabar baik itu, bisa melalui perbuatan kita, cara hidup kita dll. Garam dan terang mempengaruhi, bukan dipengaruhi.
Kalau garam dimasukkan
ke dalam makanan, garam menjadikan makanan itu asin, Jadi garam mempengaruhi
makanan. Karena itu, kalau kita adalah garam dunia, maka kita harus
mempengaruhi orang dunia, dan bukan sebaliknya, orang dunia yang mempengaruhi
kita (bdk. Ro 12:2). Apakah saudara mempengaruhi dunia atau dipengaruhi
oleh orang dunia?
Sebaliknya, apakah
saudara dan saya bisa mempengaruhi orang-orang di sekitar kita dalam hal:
¨ Spiritual kita
¨ Perilaku kita (tutur kata, tindakan, sikap)
¨
ketundukan
/ hormat kepada orang tua, kesetiaan kepada istri / suami? Kalau kedua hal
tersebut di atas tidak ada di dalam hidup kita, kita menjadi garam yang tawar,
yang tidak berguna (ay 13) dan menjadi terang yang sia-sia. Amin kebenaran
firman Tuhan, berbahagialah bagi setiap kita yang mendengarkan dan
melakukannya. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar