Kamis, 06 April 2017

Hidup yang memiliki pengaruh untuk dunia ini ! Bukan dunia yang mempengaruhi kita ! Inilah tantangan terbesar yang harus kita lakukan sebagai orang percaya !



Matius 5: 13 dan 16

“Jadilah Orang yang Berfungsi bagi sekelilingmu”
  Allah menginginkan agar kita menjadi garam dan terang dunia. "Bagaikan sayur tanpa garam", itu sebuah ungkapan yang sering kita pakai untuk menggambarkan sesuatu yang hambar atau kurang greget. Bayangkan jika tidak ada garam di dunia ini. Makanan yang kita makan pun akan terasa hambar, tidak berasa. Bukan cuma itu fungsi garam. Garam juga bisa dipakai untuk mengawetkan bahkan bisa pula berfungsi sebagai obat. Garam hanya akan bermanfaat apabila garam itu keluar dari botol penyimpanannya. Jika hanya disimpan, apa yang bisa diperoleh dari fungsi garam? Tidak ada. Garam itu malah akan menjadi rusak, mengeras dan tidak lagi berguna sama sekali. Apalagi jika garam menjadi tawar. Jika itu terjadi, artinya garam itu tinggal dibuang saja. Sekarang mari kita lihat terang. Terang hanya akan terlihat bercahaya apabila berada di tempat terbuka yang gelap. Jika kita meletakkan senter di dalam sebuah kotak kemudian menguncinya, maka terang itu tidak akan berarti apa-apa. Coba letakkan sebuah lentera di bawah kolong tempat tidur, kemudian bandingkan terangnya ketika kita menggantungnya di atas. Mana yang akan lebih bermanfaat untuk menerangi kegelapan? Kedua hal ini dipakai Yesus sebagai contoh bagaimana kita harus berlaku di dunia ini. Menjadi terang dan garam, itu panggilan Tuhan buat kita. 
Mengapa kita harus menjadi terang? Sebab segala tentang Allah adalah terang. Kedatangan Kristus sendiri adalah sebagai Terang yang memberikan cahaya keselamatan dan pengharapan kepada kita, manusia yang sudah terlalu lama berselubung kegelapan."Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12) Kita sebagai orang-orang percaya tentunya harus pula menghidupi Terang ini. Bukan demi nama baik, pamor, popularitas kita, tetapi untuk memuliakan Bapa di surga seperti yang dikatakan Yesus dalam Matius 5:16 di atas. Panggilan menjadi terang ini secara jelas juga bisa kita baca dalam Yesaya. "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu." (Yesaya 60:1-2). Ketika Terang Kristus, terang dunia ada di dalam diri kita, bagian kita selanjutnya adalah untuk menyinari dunia yang gelap. Ini tidak bisa kita lakukan apabila kita terus menerus berperilaku kurang terpuji, terus terpengaruh atau ikut-ikutan dalam arus kesesatan dunia, membiarkan diri kita untuk jatuh berulang-ulang dalam dosa atau terus hidup dalam kecemaran. Dalam 1 Tesalonika 4:7 kita baca "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." Dan ini adalah seruan yang sangat penting. Tanpa memastikan hidup kita kudus, taat dan patuh seturut kehendak Allah kita tidak akan mampu menjadi terang dan garam bagi dunia. Bukannya menjadi teladan dimana Tuhan bisa dipermuliakan, tapi kita malah menjadi batu sandungan dan contoh buruk. Ini harus kita hindari, karena salah satu panggilan Tuhan menghendaki kita agar mampu menjadi terang dan garam, yang mampu menerangi dan memberi banyak manfaat bagi banyak orang yang hidup kesulitan di dunia yang kejam ini. Menjadi terang dan garam bagi dunia merupakan sebuah panggilan Tuhan untuk kita lakukan. Kita tidak akan bisa melakukannya apabila pola kehidupan yang kita pertontonkan kepada orang sama sekali tidak mencerminkan kasih Kristus sama sekali. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi terang dan garam apabila kita hidup jahat, kerap berkelahi, berlaku curang dan sebagainya? Kehidupan kita dalam keluarga akan dilihat oleh banyak orang. Kehidupan di tempat kerja, ketika belajar, bermasyarakat dan sebagainya akan selalu diperhatikan orang. Sudahkah kita menjadi contoh yang baik? Kita harus mulai memakai kehidupan kita sendiri sebagai terang dan garam untuk memuliakan Tuhan, dan itulah salah satu panggilan Tuhan yang penting buat kita. Jadilah terang yang bercahaya dan garam yang bermanfaat dan menyempurnakan bagi banyak orang.
 Ada dua macam terang yaitu ada terang buatan dan ada terang asli. Terang buatan adalah terang yang terjadi karena ada alat bantu, sedangkan terang asli adalah terang yang bersumber pada dirinya sendiri. Tapi dalam dunia orang Kristen terang itu hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus. Terang yang tidak bersumber di luar diriNya tetapi pada diriNya sendiri. Yesus terang dunia telah menyingkirkan kegelapan dosa. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib sehingga kita memperoleh keselamatan, ada sebuah ilustrasi. Bapak ibu dari ilustrasi ini kita bisa melihat contoh terang Kristus yang telah mengalahkan kegelapan dunia. Oleh Karena kita sudah memperoleh keselamatan maka tugas kita adalah membagikan kabar baik itu kepada semua orang khususnya bagi saudara2 kita yang belum mendengar kabar baik itu, bisa melalui perbuatan kita, cara hidup kita dll. Garam dan terang mempengaruhi, bukan dipengaruhi.
Kalau garam dimasukkan ke dalam makanan, garam menjadikan makanan itu asin, Jadi garam mempengaruhi makanan. Karena itu, kalau kita adalah garam dunia, maka kita harus mempengaruhi orang dunia, dan bukan sebaliknya, orang dunia yang mempengaruhi kita (bdk. Ro 12:2). Apakah saudara mempengaruhi dunia atau dipengaruhi oleh orang dunia?
Sebaliknya, apakah saudara dan saya bisa mempengaruhi orang-orang di sekitar kita dalam hal:
¨      Spiritual kita 
¨      Perilaku kita (tutur kata, tindakan, sikap)
¨      ketundukan / hormat kepada orang tua, kesetiaan kepada istri / suami? Kalau kedua hal tersebut di atas tidak ada di dalam hidup kita, kita menjadi garam yang tawar, yang tidak berguna (ay 13) dan menjadi terang yang sia-sia. Amin kebenaran firman Tuhan, berbahagialah bagi setiap kita yang mendengarkan dan melakukannya. Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Tentang 2 Sahabat karya Adirmawati Hia

Diantara 2 Sahabat Dan cinta ADIR MAWARTI HIA Pendahuluan Di tengah-tengah perkembangan zaman ini, banyak anak muda yan...